hari ke-10: gurau

Rafik NurF
4 min readOct 11, 2020

--

(tulisan ini dibuat untuk tantangan 30DaysWritingChallenge, tahapan DAY 10: Your Best Friends)

Photo by Matheus Ferrero on Unsplash

Gema adzan ashar itu kembali terdengar setelah kami melenggang ke gang kecil menuju pondok salah satu dari kami. Setelah ini kita belok kanan, kata beliau, sembari menunjuk tempat-tempat aneh yang punya cerita lucu, menurutnya. Hingga sampai di pingir pekuburan dekat pondok, kita rasan-rasan tentang segala apa pun yang dikhawatirkan: demo 212, pertentangan dua belah pihak, tentang akhir zaman, hingga pergaulan anak kost yang bisa jadi tidak menyehatkan.

Kami bertiga ini satu organisasi. Tapi tentu bisa kau tebaklah, organisasi apa yg dimaksud, yak betul: ROHIS. Kita mafhum: beliau, inisial M, lebih tua dan berilmu dari kita berdua. Dan sebab kewibawaannya menjadi ketua organisasi jugalah, kita sama kagum dengannya pula menghormatinya. Menurut penuturan beliau, inisial R ini lebih bersemangat ketimbang diriku yang cuman manggut-manggut saja ketika dijelaskan apa faedahnya jikalau kami memutuskan satu tahun terakhir di SMK buat mengaji dan menginap di sini.

Niki pondoke mas, ucapnya, sembari membuka gerbang, kemudian kami melangkah perlahan ke serambi makam. Kita sebentar saja di situ, tak lama kemudian pamit pulang. Dan menyisakan benak masing-masing apakah sedia mengaji dengan santri-santri yang bahkan lebih muda, sebab di situ kebanyakan santri MTS. Tapi nyatanya kita diam-diam menjatuhkan keputusan masing-masing.

Berhari-hari setelahnya, inisial M bergurau denganku begini kira-kira: wah mas, takkira ini si (inisial R) yang akan masuk ke pondok loh, malah sampean… “Lah kula nggih mboten ngertos, mas, hahaha”. Kitapun mengakhiri itu dengan tertawa bersama.

Sudah Semenjak SMP memang, aku dan si inisial R ini satu kelas bersama selama tiga tahun, sering satu bangku. Peringkat di kelas pun hampir tak berkejauhan. Pendeknya, kami sering sama dalam hal apa pun. Bedanya: di SMP ia berpacaran, sedangkan aku tidak. Hahaha.

Hingga beranjak SMK pula, kami satu jurusan lagi, satu kelas lagi; ekstrakurikuler yang sama pula: ROHIS dan Basket. Kita pun pernah bersaing bersama buat lomba pemrogramman. Kita juga pernah bertengkar hebat akibat masalah sepele. Melontarkan kata-kata buruk. Opini non-sense. Diketahui oleh teman lain kami, hingga bermingu-minggu diam. Hahaha, hal konyol memang. Tapi untunglah, kita sama tersadar; kita sama mengakui kesalahan sendiri setelah itu.

Bicara pertemanan SMK, satu kelas misalnya, sedikit sekali yang sampai sekarang bisa bertahan untuk saling berkomunikasi. Bahkan untuk mereply status WA, mengisi Q&A di Instastory, me-like postingan IG, atau mungkin mengomentari status-status kegalauan sok puitis itu. Tapi syukurlah beberapa memang ada yang masih bisa dikatai: Woi Jancuk. Atau, “woy sini lah main ke rumah …”. Mungkin pula, yang terkadang saling butuh-membutuhkan bantuan. Circle pertemanan itu memang terbentuk secara tidak sadar.

Mungkin sebab itulah juga, masih bisa bergurau dengan kawan-kawan yang se-frekuensi. Satu spektrum. Bisa jadi soal selera musik, selera film; satu pandangan tentang per-politikan di indonesia ini; atau berbincang masalah nasib yang sama soal jomblo yang tak berkesudahan. Hassh!

Tapi memang, di antara teman lain ketika di rumah. Aku lebih suka berkunjung ke rumah kawan-kawan satu kelas ini ketimbang jumpa dengan orang-orang baru yang kelewat hedon jalan hidupnya, Aih! Ada, di antara mereka yang masih begitu dekat hingga sekarang. Yaitu inisial A dan B, serta inisial J dan F. Tentu mereka yang dari titik nol berjumpa yang satu kelas, satu organisasi, satu bidang keilmuan. Sampai sekarang pada titik kami masing-masing. Ada yang sudah bekerja, masih kuliah, dan berbisnisi; dan juga yang baru akan masuk kuliah.

Ahiya, hampir lupa: tadi siang temanku yang inisal L ini juga datang tiba-tiba. Tentu saja kami masih bisa mengobrol hangat, agak panjang dan lama. Meski di media sosial kami tak sering menonjolkan itu. Hahaha. Dia pula masih suka bergurau sama seperti ketika masa SD lalu. Iyap, kita bersua ketika Tk, SD, dan SMP… tapi tidak ketika SMK dan kuliah. Tapi ketika lulus SMK pun kami masih sering bertemu. Rasan-rasan. Kadang berlibur dengan kawan Se-SMP, kadang cuman berdua seperti berbulan-bulan lalu.

Ia juga sepertinya tak pintar menemu banyak kawan sepertiku. Terakhir, ketika aku menginap di kostannya sewaktu akan SBMPTN, ia akrab hanya dengan beberapa temannya dan sesekali bercerita bahwa di kelasnya ia tak begitu dikenal. Mengenaskan memang. Tapi begitulah, kami yang masih satu desa pun jarang bertemu lagi karena pandemi dan kesibukkan tugas kuliah masing-masing.

Beralih ke masa sekarang. Aku bisa menyebutkan orang-orang yang sering bergurau, makan, nginep, belajar, dan berproses bersama pula. Semasa kuliahku ini… rasanya tak perlulah menyebutkan dua orang itu. Hahaha. Inisial N dan I. Mereka kawan-kawan yang baik. Sepertinya belum lama sih kami bertemu. Tapi karena nasib yang sama sebagai orang ngapak, dan tentu saja satu jurusan. Mustahil untuk tidak dekat dan berkawan.

Dan untuk itu, untuk inisial-insial yang kusebutkan. Mereka kuanggap teman baikku. Teman yang dapat bergurau bersama. Kadang-kadang menertawai kehidupan. Kadang sebagai guru yang sesekali memberi wejangan dan ilmu. Kadang sama menikmati kefanaan hidup ini. Sebagai kawan, nampaknya aku tak cukup patut menuliskan bagaimana kehidupannya sekarang, baik yang teman sejak dahulu atau baru-baru ini. Tentang posisinya, progressnya, atau kehidupannya yang barangkali bisa berbeda dengan dahulu.

Biarlah, biar mereka menuliskan catatan-catatan panjang untuk kehidupannya sendiri. Biar mereka menggunakan apa yang Tuhan gariskan itu untuk kemudian bisa bermanfaat bagi sesama. Tentu itu agar ketika kami tua nanti, semoga saja begitu, kami bisa bergurau bersama tentang hal-hal lucu semasa berkawan ini. Salam hangat, Lur! Tabik. Aku rasa kau bisa merasakan itu.

(maaf begitu telat memang tulisan ini, ya kau tahu sendirilah).

--

--

Rafik NurF
Rafik NurF

Written by Rafik NurF

sedang menemui dan menemukan kejutan-kejutan dari Tuhan.

No responses yet