hari ke-2: terjaga

Rafik NurF
2 min readOct 2, 2020

--

(tulisan ini dibuat untuk tantangan 30DaysWritingChallenge, tahapan DAY 2: things that makes you happy)

Tiba saatnya kereta datang setelah beberapa puluh menit menunggu di peron, bersama rekan-rekan kerja kala itu. Seingat saya, dua tahun sudah peristiwa itu lekas. Jadi bagian cerita tersendiri ketika merasakan suasana keheningan di kereta. Untuk pertama kalinya benar-benar menikmati perjalanan berjam-jam lamanya dengan musik, dan juga buku (bahkan saya buatkan puisi khusus buat mengenang itu).

Kadang saya juga terjaga waktu dini hari, memutar musik kesukaan, menarik selimut, sambil menatap kosong lanskap di luar jendela. Kabut, semak-semak, cahaya lampu merkuri, pohon-pohon liar, kerikil, sisanya gelap. Dengan bulan yang jadi sorotan pertama ketika saya mulai menatap langit-langit. Saya tak tahu persis perasaan apa waktu itu--sunyikah itu namanya? Saya hanya tertegun, bahagia kemudian terlelap & kembali seperti itu buat lima sampai enam kali perjalanan di kereta yang tak berselang lama.

Perjalanan keluar kota berkali-kali yang jadi kebahagiaan tersendiri saat sudah suntuk betul bekerja kini tak ada lagi. Saya keluar dari pekerjaan yang amat menyenangkan --meski tak jarang juga merepotkan-- Agustus tahun lalu. Sebagai gantinya, saya kuliah di kampus negeri di kota Solo. Kebahagiaan liyan pun hadir. Kini bukan tentang perjalanan keluar kota gratis dengan kereta yang tentram. Melainkan kesederhanaan serupa saat menghadapi keheningan-keheningan lain di pelbagai tempat tentunya.

Kebahagiaan, keterjagaan?
Ada bahagia, tidak bahagia // Ada di sini ada di sana // Ditika-tikam rasa… kira-kira begitulah yang mas Bagus Dwi Danto a.k.a Sisir Tanah sampaikan lewat judul: Lagu Pejalan. Kesederhanaan lagu-lagu milik beliaulah yang kemudian saya rasakan seperti keheningan lain dalam ruang dan waktu tertentu.

Dengan instrumental yang adem / lirik yang buat saya terpikat, lagu-lagu macam Sisir Tanah itulah yang kerap menaikkan mood--atau barangkali kebahagiaan lain, yang meski kecil tapi begitu terasa? Ah, bagi saya asal saya bisa khusyuk menikmati lagu juga dengan liriknya itu artinya saya cukup dibuat bahagia dengan kesederhanaan itu.

Beralih dari musik; hal-hal lain juga kerap terasa. Barangkali ketika berjalan menyusuri dingin malam buat pulang ke kostan. Menikmati kemacetan saat riuh pecahnya suara kendaraan di jalanan. Memandang seksama orang-orang ketika mengobrol; mendengar dengan betul apa yang mereka sampaikan. Atau hal terkecil macam, bangun tidur dan tidak melihat notifikasi kosong di layar gawai buat berbulan-bulan lamanya di rumah. Adalah suatu kebahagiaan-kebahagiaan yang kini aku begitu syukuri.

Pada dasarnya semua hal apapun bentukannya selalu bisa membuat saya bahagia, asalkan saya terjaga. Asal saya tersadar itu adalah yang Tuhan berikan.

--

--

Rafik NurF
Rafik NurF

Written by Rafik NurF

sedang menemui dan menemukan kejutan-kejutan dari Tuhan.

No responses yet