Ingatan Tak Akan Membuat Lebih Mudah
Bagaimana sapaan pertamamu … ketika kawan yang datang dari jauh ingatan, kembali menyusun memory tawa di kepalamu? Lima tahun atau lebih, semua jadi pandangan yang kabur & telah lalu.
Kau bisa saja memulainya dengan, “Weh Bajul, (tentu bukan nama sebenarnya) tambah gemuk aja sekarang.” (kau bisa mengganti keadaan fisik tersebut yang menurutmu paling mencolok dan itu kesan pertama yang kau dapat). Lalu melanjutkannya dengan, “wah beda banget dari dulu yah, dulu ga se-[insert-kata-kata-yang-cukup-lucu-bermaksud-agar-suasana-cair-tapi-sensitif]”. Tapi itu bukan opsi yang tepat untuk ukuran baru saja bertemu.
Saran dariku? Nah ini yang mungkin susah bagi orang-orang yang cenderung introvert (macam diriku ini). Aku bilang mungkin susah dalam artian karena ini adalah improvisasi yang kau bisa pelajari ketika mempraktikannya secara langsung: ngobrol dengan orang secara general. Kau bahkan tak perlu menggunakan sebuah ingatan soal masa lalu tersebut. Simpan rapat-rapat & kembalilah ke masa sekarang.
Tanyakan saja hal remeh seperti: “wih kaos film baru nih, bootleg bukan?” (asal dengan nada yang pas kujamin dia gakkan kesinggung sekalipun). Atau langsung saja seperti: “5 tahun lebih gak jumpa, sekali jumpa langsung nikah saja kau wak!”(itu bisa dipakai kalau kau bertemu dengan kawan lama yang mengundang kau di acara nikahannya).
Bisa jadi juga seperti ini: “habis ngurus pasang wifi di sebelah mana lagi nih bor?” (itu bisa dipakai kalau temanmu itu adalah teknisi jaringan serabutan, kerap door-to-door memasang wifi karena tidak kunjung dapet kerja sebab regulasi-bekerja-sekarang-tidak-masuk-akal-dan-mencekik). Aku bisa saja menulis keributan soal kemurungan tersebut lebih baik dari ini, tapi malas saja lah. Biar keributan-keributan itu ada di medsos para buzzer bersarang.
Lanjut … aku melakukan ke-tiga hal itu dalam satu bulan ini. Bertemu dengan beberapa kawan lama yang sudah lebih dari 5 tahun tanpa bertemu. Semua tanpa rencana & mengalir begitu saja. Tanpa bantuan ingatan sekalipun, meski setelahnya memberi sapaan tentulah membahas ingatan yang terrekam di masa lalu. Tapi sebenarnya itu tak membantu juga.
Pandangan masa lalu, detil tergambar lebih cepat. Dan cerita-cerita masa lalu yang tak masuk akal atau lucu pada jamannya terbuka dan mulai ditelanjangi satu demi satu. Semua tertawa. Dan kau tahu betul bahwa ingatan memang tak akan membuat itu jadi lebih mudah.
Yang ku maksud adalah: ingatan-lah yang membuat kita kembali tahu hal di masa lalu (ingatan yang tak melukai). Tapi ia tak membuat kita juga lupa soal ingatan-ingatan yang buruk. Ingatan yang getir & melukai.
Seperti seseorang yang hadir yang pernah menjamah isi hatimu dan tak kekal di ingatan sana. Dan saat sebuah lagu terputar, ingatan hadir dalam ribuan mata pisau yang terhujan dan payung baja sengaja tak kau biarkan berkembang. Mati sudah.
Syukurlah, lagu seperti “senja membunuh” oleh Monkey to Millionaire ini ada untuk merangkum cerita-cerita itu:
https://open.spotify.com/track/2WUchXUFM57AYXJNSJfc8I?si=ad020518898d49fc
Takkan terbakar
walau kucoba berulang kali
Tiap menit tak terbakar
Semakin bersinar
Sampai mati
Kau takkan mengerti..