Menghadapi Dunia Tanpa Media Sosial Selama Beberapa Waktu.

Rafik NurF
5 min readMay 18, 2019

--

image src by : www.pexels.com

Entah sekarang sudah hari ke berapa saya sendiri sedang bereksperimen (ceileh) alias seolah sedang mencoba untuk menyibukkan diri tanpa media sosial. Sebab, menurutku media sosial itu fana, kita nya yang abadi. Abadi dalam kesendirian. Hiya.

Yaelah gitu amat sih kalo udah bahas soal kefanaan, padahal kan tidak perlu diseriusi. Ya, tapikan kalau engga pake media sosial lu bakal ketinggalan informasi, berita dari teman-teman terdekat lu ?

Atau bahkan lu bakal ketinggalan trend-trend menarik di dunia maya, kutipan-kutipan receh yang tiap hari tersebar di instastories, snap wa, re-tweets dan masih banyak hal lain yang bakal lu sendiri nggak tahu, dibanding mereka yang tiap hari mantengin feed medsos, berjam-berjam.

Memang tidak gabut ? Banyak kok hal yang lebih baik lagi dihindari selain media sosial, tapi kenapa harus itu ? Hanya untuk dibilang orang lain keren ?

Gabut ? Jelas. Tapi sebelum itu saya sudah memikirkan seperti apa yang harus saya lakukan untuk menghindari kegabutan-kegabutan tersebut.

Kenapa harus media sosial ? Ya karena menurutku masalah overthinking terhadap media sosial itu crusial sekali sih. Kenapa ngga santai aja sih nyikapinnya ? Tiap orang pasti beda dalam hal penyikapan, kalau kamu bisa berdamai dengan dirimu sendiri tanpa melibatkan proses tersebut, ya oke saja lah.

Hanya untuk dibilang orang lain keren? Oke, apa saja lah itu. Pansos, caper atau hanya ingin mentriggered orang terserah pandangan orang. Yang jelas logikanya jika ingin dianggap keren, saya yakin lebih baik untuk tidak melakukan hal ini.

Memang sih, sebelumnya saya tidak pernah merancang betul saya ingin berhenti sejenak dari media sosial, dengan perincian-perincian apa saja yang akan terjadi atau hal-hal yang mungkin akan berputar 90 derajat dari kehidupan biasanya.

Sebelumnya, saya hanya menggunakan dua media sosial aktif, yaitu Twitter dan Instagram. Bahkan instagram sendiri pun sering kali saya delete apps-install, delete lagi install lagi. Bermula dari akun twitter pribadi yang ke suspend entah karena apa, dan perlu konfirmasi ulang menggunakan nomor telephone untuk pengaktivannya kembali, malah nomor telephone tersebut sudah lenyap, ke blokir sejak lama. Sedih.

Selepas itu, saya mulai lebih aktif lagi di Instagram. Alih-alih ingin melepas penat dan kemonotonannya dunia kerja, malah di tambah overthinking berbagai hal. Iyap, kata orang-orang, Instagram itu ladang pamer, perlu segudang mental untuk tetap bertahan di sana tanpa sebuah pencapaian yang cukup mumpuni.

Begitu sekiranya jika teman-teman di pergaulan kita mayoritas lebih dulu mencuat demi masa depan, dan menunjukkan kiprahnya selepas tidak bersama kita lagi.

Anehnya lagi, kita malah mengira itu sebuah wujud kepameran. Padahal, itu kan hak mereka untuk mengabadikan moment, atau sekedar menceritakan kehidupan sehari-harinya di masa kuliah/kerja yang begitu wah, menurut kita.

Bukannya bersyukur atas apa yang sudah tuhan karuniakan sekarang, pencapaian orang lain seperti tolak ukur keberhasilan kita juga. Sungguh aneh memang gen Z sekarang, ya begitulah. Maka bersyukurlah kita jika mempunyai sifat ‘bodo amat’ yang lebih, alias cuek terhadap apa-apa yang tidak menjadi bagian tanggung jawab dari kita. Ya untuk beberapa kasus, memang kita dituntut untuk peka terhadap sekitar. Dan itulah yang menjadi alasan kita untuk tidak selalu bersikap ‘bodo amat’ , alias fleksibel.

Beberapa aktivitas online yang bisa dilakukan saat menghindari media sosial.

Bakal menjadi worst day banget kalau misal kita sudah terbiasa menggunakan media sosial sebagai hobby, kemudian tiba-tiba berhenti, dan tanpa persiapan apapun. Maka dari itu, perlu lah kita menyiapkan aktivitas apa yang bisa kita jadwalkan agar productivity kita semakin meningkat.

  1. Explore musik all genre atau movie internasional.

Jika anda termasuk orang yang mana dalam waktu senggang bingung ngapa-ngapain akhirnya buka media sosial lalu scroll-scroll timeline berjam-jam. Atau orang yang bikin instastories/snap wa sampai terlihat titik-titik karena patah hati. Sepertinya mengexplore musik yang berbeda genre untuk iseng-iseng di dengarkan akan membantu mood anda kembali. Untuk menambah emosi dan melatih linguistik selain membaca status orang, mononton movie hollywood ternyata lebih worth it dan bisa menambah kosa kata asing yang belum kita kenal sebelumnya.

2. Membaca komik/manga/artikel.

Sepertinya untuk yang satu ini pilhan aja sih, sesuai selera. Kalau untuk ringan-ringan saja, membaca komik/manga bisa menjadi pilihan terbaik. Namun jika ingin lebih produktif, membaca artikel tentang ide/opini/penilitian terbaru lebih kredibel. Beberapa situs penyedia artikel yang saya tahu diantaranya adalah ; medium, new york times, mojok, kompasiana, dan tirto.

3. Kursus online gratis atau mononton video tutorial.

Beberapa profesi seperti programmer, ilustrator, designer, atau videografer saya yakin tidak pernah tidak untuk menonton video tutorial berdasar keahliannya yang di miliki. Namun jika anda bukan termasuk kategori di atas, banyak sekali kok kursus online dari yang mulai gratis sampai premium untuk meningkatkan keahlian/pengetahuan kita. Contoh saja unacademy , di situ banyak sekali kursus online dari mulai pengetahuan umum, mendasar, sampai yang kompleks seperti keahlian tertentu. Dan disitu pun gratis.

4. Membuat karya.

Dari sekian rekomendasi aktivitas saat menghindari media sosial, membuat karya adalah rekomendasi terbaik, menurut saya. Terserah bentuk karya seperti apa. Jika kau punya keinginan menjadi penulis, memulai menulis blog atau artikel-artikel juga puisi ringan bisa menjadi sebuah loncatan kecil untuk mencapai keinginan mu. Atau bahkan ingin berkarya di bidang grafis, seperti membuat konten di youtube atau mengunggah karya-karya digital di deviantart, mungkin juga upload di akun pribadi dribbble. Semua itu sangat berharga untuk menjadi awal jalan untuk mencapai cita-cita.

Sebenarnya selain empat poin di atas, sangat banyak sekali aktivitas yang bisa kita lakukan yang lebih bermakna, seperti ; berdoa, bekerja dengan penuh kesungguhan, membaca buku, menggambar, membuat karya tulis dan lain sebagainya.

Hal yang bisa diambil setelah tidak menggunakan media sosial kepada media sosial itu sendiri.

saya sendiri kurang begitu paham efek seperti apa jika kita menjauh dari media sosial beberapa waktu, kemudian kita tiba-tiba kembali menggunakannya. Entahlah, saya sendiri pun masih dalam proses untuk gencatan media sosial seperti saat sekarang.

Saya rasa, follower kita akan berkurang, jumlah likes tidak seperti biasanya, atau viewer story dan re-tweet entah pergi ke mana. Iyap itu sangat mungkin terjadi, namun jika kita sudah terbiasa di jauh-jauh hari dengan punya banyak aktivitas selain stalking teman, membuat instastories, curhat di twitter, atau scroll-scroll timeline, saya yakin semua itu tidak lah berarti apa-apa.

Sampai berapa lama tidak menggunakan media sosial ?

Sejauh yang kamu bisa :)

Begitulah sekiranya, jika kamu sendiri juga sedang merasakan yang sama tidak menggunakan media sosial. Karena kita tidak bisa mengekang diri kita sendiri untuk terus berproses, ada kalanya memang informasi tentang teman-teman lebih berharga dari semua usahamu untuk meraih cita-citamu. Lagipula, saat kau sendiri sudah pernah berhenti menggunakan media sosial dalam beberapa waktu, saya yakin kamu tidak akan begitu candu sekali terhadap media sosial seperti yang dulu-dulu.

Awal mula tanpa menggunakan media sosial

Hehe, saya sendiri pun masih dalam tahap mencoba, dan berproses. Ini adalah contoh aplikasi yang saya gunakan untuk menyimpan sandi sementara media sosial, bisa di lihat di sini.

Beberapa kesibukkan saya sekarang selain bekerja sebagai aktivitas sehari-hari adalah ; mengeksplore musik dan movie, membaca artikel di medium/mojok. Menulis artikel sendiri di blog pribadi atau tulis karya di penakota.id, kadang juga bermain game moba, menonton national geographic. Begitu saja sih, belum banyak. Dan masih banyak sekali kegiatan yang belum terwujud seperti menghabiskan buku yang telah di beli dan kegiatan lain yang ingin saya coba namun masih dalam bentuk keinginan.

Ayo ! kapan kamu mulai berhenti sejenak dari media sosial ? : )

--

--

Rafik NurF
Rafik NurF

Written by Rafik NurF

sedang menemui dan menemukan kejutan-kejutan dari Tuhan.

No responses yet