Pukul Tiga Pagi
Your caresses enfold me, like climbing
Vines on melancholy walls -Pablo Neruda
Tubuhmu dingin, cahaya mengetuk dari luar
Lampu berderet dan kabut begitu menebal.
Bulan merontokkan wajahnya, yang bersembunyi
dari alun suara pagi — mungkin melankoli.
-
Kamar redup, jendela terkesima dengan cahaya itu
Sebuah frasa, metafora, kata-kata yang tak kau
selesaikan — hanya ada satu draft, dan kopi
telah dingin bersama udara dini hari.
-
Temanmu: yang kau sebut udara subuh
datang dengan gigil dan suara tik-tok jam kerdil
memberi lambang pukul tiga pagi; membubuhkan
harapan pada tinta dalam naskahnya.
-
Pagi itu, udara, seperti tak nampak asing:
dingin dan telah jadi damai,
Pukul tiga pagi kita pergi dengan kopi
yang tak ingin dingin lagi.
.
— (Purbalingga, September 2020)