Pukul Tiga Pagi

Rafik NurF
1 min readSep 25, 2020

--

Your caresses enfold me, like climbing
Vines on melancholy walls -Pablo Neruda

Photo by Jon Tyson on Unsplash

Tubuhmu dingin, cahaya mengetuk dari luar

Lampu berderet dan kabut begitu menebal.

Bulan merontokkan wajahnya, yang bersembunyi

dari alun suara pagi — mungkin melankoli.

-

Kamar redup, jendela terkesima dengan cahaya itu

Sebuah frasa, metafora, kata-kata yang tak kau

selesaikan — hanya ada satu draft, dan kopi

telah dingin bersama udara dini hari.

-

Temanmu: yang kau sebut udara subuh

datang dengan gigil dan suara tik-tok jam kerdil

memberi lambang pukul tiga pagi; membubuhkan

harapan pada tinta dalam naskahnya.

-

Pagi itu, udara, seperti tak nampak asing:

dingin dan telah jadi damai,

Pukul tiga pagi kita pergi dengan kopi

yang tak ingin dingin lagi.

.

— (Purbalingga, September 2020)

--

--

Rafik NurF
Rafik NurF

Written by Rafik NurF

sedang menemui dan menemukan kejutan-kejutan dari Tuhan.

No responses yet