Stresstember dan Oktober yang Gemilang
Bulan yang penuh luka. Saat ini bukan lagi “setengah yakin”, tapi “sangat yakin” untuk mengucapkan hal tersebut. Saya kira bulan september tahun ini memang sangat tidak mendukung, apa pun itu. Keberuntungan yang terus ada? Badan yang sehat? Mental yang stabil? Jiwa yang penuh? Kegagalan yang sedikit? cih. Terdengar seperti hal-hal yang sukar sekali digapai.
Tidak aneh juga, nyatanya saudara/i ku dari manusia yang bisa kau temukan di pojok manapun, kerap mengatakan hal serupa. Stresstember, sadtember or whatevertember you want to name it. Saya setuju dengan mereka yang menganggap september ini memang tidak begitu cerah, tidak bergairah. Atau paling tidak, yang merasa bulan september tahun ini, kalau saja bisa, kita skip (lewati) dari tanggal 1 kemarin lalu besoknya langsung tanggal 30 september. Yaah, mungkin terdengar seperti wake me up when september ends. Lagu yang terus membawa kita di bulan yang sama tiap tahun.
“But we’re in here rn”, begitu saja ucapku kemarin, pas 1 oktober. Seakan semuanya sudah terlewati begitu saja. Menganggap bahwa september hanyalah hari-hari kemarin. Dan sebagaimana hari yang telah berlalu, itu hanya sebatas memory. Sebatas kenang. Tidak lebih. Mungkin sedikit yang bisa dikenang lagi atas moment yang telah terjadi, kalau saja kau punya moment yang terjadi. Yang mungkin indah/cukup lucu untuk jadi bahan tertawaan kau kelak.
Kalaupun yang ada adalah moment yang jelek. Entah itu keterpurukan; ketidakberuntungan; hal yang mungkin bisa kau sesali. Saya bisa pastikan kalau moment tersebut adalah moment yang paling sering harus dihindari untuk diingat. Mungkin mechanisme pikiran kita bekerja di antara hal-hal tersebut. Sesuatu yang menyedihkan. Seperti moment-moment yang terjadi di bulan september tahun ini.
Banyak hal yang bisa saya terang-jabarkan di sini, di platform ini. Merujuk pada moment sedih/tidak beruntung di hari-hari kemarin. Tapi saya kira tidak perlu. Banyak hal perlu diprivate, hari-hari belakangan ini. Walaupun saya setuju kalau ada beberapa hal juga kita perlu sebarkan. Se-sepele, kita sedang & masih hadir di dunia ini. Satu story per hari atau satu postingan per 3 bulan pun, tidak masalah. Tapi sangat sulit bagi saya sendiri. Tentu ada ragam faktor. Dan itu juga tidak perlu saya bagikan di sini.
Di akhir pekan yang gemilang ini, mungkin bisa menjadi awal bulan (untuk oktober) yang juga akan gemilang. Saya pikir demikian & semoga juga demikian adanya. Saya bilang ini adalah akhir pekan yang gemilang karena ada beberapa moment yang telah terjadi hari lalu … & juga hari ini. Saya tidak terlalu yakin, tapi insting saya berkata demikian. Paling tidak saya merasa bahwa saya sedang menuju ke kebiasaan yang lebih baik lagi. Atau katakanlah, saya akan berusaha meninggalkan kebiasaan buruk.
Bukan hanya hal itu, tapi persepsi/state-of-mind saya merasa bahwa ada keinginan yang diganti-prioritaskan. Seperti misalnya; saya akan meletakkan keinginan “to find someone who will hear you & love you” menjadi urutan ke-sekian. Mungkin malah bukan menjadi prioritas. Saya sadar bahwa untuk bisa dicintai, paling tidak saya harus bisa menerima diri saya sendiri. Paling tidak saya perlu mendalami hobi saya, menjadi manusia yang memiliki skill, pengetahuan yang lebih general.
Dan hal-hal tersebut baru tersadar di hari-hari kemarin. Lebih tepatnya adalah menjadi diri sendiri untuk versi yang lebih stable. Baik secara financial/mental. Diri sendiri yang lebih full. Tidak hampa sebagaimana manusia yang terlalu berlarut dalam kepatah-hatian. Cih. Saya sangat menyayangkan hal tersebut bisa terjadi pada diri ini yang terlalu menghamba pada kecintaan manusia yang tidak seberapa.
Hari-hari kemarin, saya juga menyadari kalau life must goes on. Tidak perlu takut & hanya hadapi saja apa yang ada di depan. Terdengar sangat klise. Tapi memang seperti itu adanya.
Hari-hari kemarin, saya juga sedikit banyak terinspirasi dari seorang artist/musicians. Seorang perempuan. Dia bernama yvette young. Beberapa hal saya kagum karena keterampilannya bermusik. Namun beberapa hal lain adalah dari cara pandang dia terhadap dunia.
Selain itu, saya juga membuat sebuah playlist dari bandnya (juga projek solo-nya), dan beberapa band yang segenre.
Bagi saya, walaupun cuman membuat playlist, tapi itu hal sederhana yang bisa menghibur di hari-hari yang berat. Mungkin dengan playlist tersebut saya bisa melewati hari-hari di oktober ini dengan hal-hal yang lebih gemilang lagi. Saya harap.